Cari Kode Produk :       
Grosir Pakaian Pria (967)
Grosir Pakaian Wanita (1707)
Grosir Sepatu Pria (2429)
Grosir Sepatu Wanita (2684)
Grosir Tas (1433)
Grosir Anak-Anak (990)
Grosir Aksesoris (340)
Grosir Katalog Produk (25)
 Layanan Pelanggan
Jam Buka:
Senin- Sabtu:09.00 - 17.00
Minggu/ Libur: Tutup
 Cek Kode Produk
Masukkan Kode
 
 Cari Komentar Anda
Masukkan Email
 
Lihat semua komentar
 Informasi
Tentang Kami
Cara Menjadi Agen
Sistem Pemasaran Agen
Cara Berbelanja
Cara Pembayaran
Biaya Pengiriman
Proses Pengiriman
Cara Retur Barang
Hubungi Kami
Promo Program Cashback
Garansi Service 4 Bulan
Artikel
Contoh Akuntansi Biaya berdasarkan Proses
Nov 11, 2010
Sebagian buku besar untuk contoh kita terlihat pada halaman berikut. Pertama, Perhatikanlah bahwa setiap perkiraan dari ketiga perkiraan persediaan mempunyai saldo awal. Persediaan bahan baku dan bahan penolong mempunyai saldo awal sebesar Rp30,000. Persediaan barang dalam proses mempunyai saldo awal sebesar Rp19,790. Angka ini dipecah menjadi tiga unsur biaya.

Dalam sistem berdasarkan proses, catatan harus dibuat untuk setiap departemen untuk mencatat unit fisik yang sebenarnya diproduksi oleh departemen tersebut. Dalam contoh ini, Rp19,790 menunjukkan biaya yang terjadi dalam periode yang lalu untuk 5.000 unit produksi yang baru selesai sebagian. Juga diketahui bahwa semua unit ini selesai 100% untuk bahan bakunya, tapi hanya baru selesai 60% Untuk Tenaga Kerja Langsung dan Overhead Pabrik. Artinya, lebih banyak Tenaga Kerja Langsung Dan overhead Pabrik harus ditambahkan untuk menyelesaikan unit ini dalam minggu yang berikutnya. Persediaan yang ketiga mempunyai Saldo Awal Rp59,300; Ini menunjukkan nilai 10.000 unit barang dan jasa yang siap untuk dijual.

Transaksi Perusahaan. Transaksi untuk minggu tersebut dipindahbukukan ke perkiraan yang terdapat pada Buku Besar yang terlihat pada halaman berikutnya. Marilah kita periksa setiap transaksi tersebut berturut-turut.

Transaksi (A)
Perusahaan membeli Bahan Baku dan Penolong seharga Rp100,000. Perkiraan Bahan Baku dan Penolong didebit dan Perkiraan Kas atau Utang dikredit.
Transaksi (B)
Permintaan barang berjumlah Rp65,000 selama minggu tersebut; oleh karena itu, Perkiraan Bahan Baku dan Penolong dikredit untuk menunjukkan bahwa Persediaan dikurangi. Dua debit muncul pada Buku Besar untuk ayat jurnal ini: (1) debit pertama pada Perkiraan Persediaan Barang Dalam Proses – Departemen A; Bahan Baku sejumlah Rp61,000 dipergunakan pada departemen tersebut. Dalam minggu tersebut 50.000 unit baru mulai dikerjakan, dan ini adalah Bahan Baku yang dipergunakan untuk mengerjakan unit yang baru, (2) debit lainnya adalah pada Perkiraan Overhead Pabrik sebesar Rp4,000; ini merupakan Bahan Pembantu yang dipergunakan di Pabrik untuk berbagai keperluan (bukan hanya untuk Departemen A).
Transaksi (C)
Upah Bagian Pabrik untuk minggu tersebut dipersiapkan. Total Biaya Tenaga Kerja berjumlah Rp120,800. Upah Bagian Pabrik didebitkan dan perkiraan kewajiban yang bersangkutan (Utang Gaji dan Utang Pajak) dikredit.
Transaksi (D)
Upah Bagian Pabrik sebesar Rp120,800 didistribusikan. Biaya Tenaga Kerja yang berkaitan dengan Departemen A berjumlah Rp115,800 dan biaya tenaga kerja tidak langsung berjumlah Rp5,000. Barang dalam proses – Departemen A didebit sebesar Rp 115,800 dan overhead pabrik didebit sebesar Rp5,000. Perkiraan upah pabrik ditutup menjadi nol dengan ayat ini.
Transaksi (E)
Biaya overhead pabrik lainnya sebesar Rp72.160 terjadi. Perkiraan overhead pabrik didebit dan perkiraan lain seperti Kas, Utang atau lainnya dikredit.
Transaksi (F)
Overhead pabrik dibebankan pada barang dalam proses menurut tarif yang telah ditentukan sebelumnya. Tarif yang telah ditentukan sebelumnya itu adalah 70%. Biaya tenaga kerja langsung untuk departemen tersebut adalah Rp115,800; oleh karena itu biaya overhead yang dibebankan adalah 70% dari Rp115,800, atau Rp81,060. Perkiraan barang dalam proses – Departemen A didebit sebesar Rp81,060, dan perkiraan overhead pabrik dikredit sebesar jumlah yang sama.

Catatan penting:
Sebagian perusahaan menggunakan dasar selain biaya tenaga kerja langsung. Untuk membebankan overhead mereka menggunakan jumlah jam kerja langsung atau jam kerja mesin hingga diperoleh tarif overheadnya. Selanjutnya, untuk setiap jam tenaga kerja langsung atau jam mesin yang dipergunakan pada departemen tersebut, suatu jumlah biaya overhead dapat dipindahkan pada persediaan dalam pengerjaan.

Transaksi (G)
Dalam minggu tersebut departemen A menyelesaikan 40.000 unit produk, dan barang ini dipindahkan ke perkiraan persediaan barang jadi. Tujuan utama akuntansi biaya adalah untuk menentukan harga pokok unit yang dihasilkan. Pertanyaan utama adalah: Berapa jumlah yang harus didebitkan ke perkiraan persediaan barang jadi dan dikreditkan pada perkiraan persediaan barang dalam proses untuk 40.000 unit yang diselesaikan tersebut? Setiap periode, laporan biaya produksi dibuat untuk menjawab pertanyaan ini. Perhatikan pada ayat (g) bahwa jumlah yang telah ditentukan adalah Rp252,000.
Arsip Artikel
Komponen Paket Wisata - Cendera mata/Souvenir Dec 6, 2010
Industri pakaian jadi Nov 4, 2010
Teknik/Cara Penyusunan Harga Produk Wisata Dec 7, 2010
Busana luar Oct 31, 2010
Teknik menjahit kerah memakai lajur/ serip Oct 31, 2010
Rumah kancing sengkelit Oct 31, 2010
Pelayanan cepat dan memuaskan Oct 31, 2010
Tipe pelanggan pria Oct 31, 2010
Bentuk Komunikasi Vertikal Dec 28, 2010
Jenis- jenis perjalanan Dec 6, 2010
Halaman Depan | Tentang Kami | Ruang Pers
Copyright 2012@ JakartaGrosir.com